- 1. Super star 8 = 3 students
- 2. Super star 2 = 7 students
- 3. Super star 3= 9 students
- 1. Rainbow 2= 12 students
- 2. Rainbow 4 = 4 students
- Sometimes sweet , sometimes bitter.. it's life.. you may let the days in your life passed, but the memories are always there, in your heart -
Suatu Hari, A dan O sedang berbelanja di sebuah mini market cukup populer. Mereka asik memilih mie favorite mereka. A tanpa pikir panjang langsung mengambil ABC rasa sop tomat pedas.
O: Beli itu mulu, ngga bosen?
A: Abis suka banget sih, nanti juga bakal ada saatnya bosen..
O: Oh iya bener juga..
A: Kenapa?
O: Dulu juga kamu pernah bilang bosen sama aku.
A: Kapan? Masa?
O: Waktu dulu kamu lagi deketin dia, jentre banget malah..
A: Ooh itu mah dulu kan..
O: Emang sekarang ngga bosen?
A: Gini ibaratnya, kalo A suka banget makan sarden, tiap hari makan sarden, kan ada masanya bosen. Trus dia pengen nyoba makan kornet. Eh ternyata abis nyobain kornet, dan tau rasanya ngga enak banget, dia malah kangen sama rasa sarden dan balik makan sarden tiap hari.
O: Ooh dasar tukang coba-coba.. kasian amat sama si kornet.. hehe
A: Apaan tuh mukanya? seneng kan? hayoo ngaku~~
O: Ehehe .. (-^.^-)
Sore itu kebetulan aku gak dapet tempat duduk.. kopaja 20 itu, seperti biasa padat.. berpuluh orang berdesakan kayak sapi2 yg dipaksa muat dalam 1 kandang..
didepanku duduk dua orang mbak2 yg nampaknya cukup dekat.. disampingku berdiri seorang gadis tinggi berjilbab yg menenteng tas tangan.. karena ruang di kopaja sudah terlalu sempit, maka tas tangan itu disampirkan pada tangan yg memegang besi di bagian atas kopaja.. tanpa sengaja seiring pergerakan kopaja yg gak menentu.. tas tangan itu mengenai salah satu dari mbak2 di depanku.. teman di sebelahnya mencolek gadis tinggi pemilik tas tangan itu dan memintanya utk menaruhnya d tempat lain karna tidak ingin benda itu mengenai wajah temannya..
teguran itu ditanggapi dengan tenang oleh si Gadis Tinggi, dia memindahkan posisi tas ke tangan satu lagi.. namun, masih dengan tenang dia mengeluarkan handphonenya, dgn lihai dya menekan icon burung biru unyu2 d HP nya.. tanpa kesulitan dia mengetik beberapa kata d HP ny yg berbunyi "KALO GAK MAU KESENGGOL GAK USAH NAIK KOPAJA!!!" selesai mengetik dia tekan tombol post it.. lalu dya masukin kembali HP nya dan asik memandang keluar jendela kotak besi tua yang berlari setengah kesetanan ini..
Refleksi: trnyta orang itu lebih jujur di jejaring sosial daripada di dunia nyata.. saat ini untuk bisa mengatakan tidak suka akan sesuatu itu seakan sulit.. lebih mudah melampiaskan di jejaring sosial.. apakah suatu hari nanti orang akan tampak baik di luarnya tetapi di jejaring sosial dya dapat memaki apapun sesukanya.. sungguh, dunia ini seakan lebih hidup d jejaring sosial daripada di dunia nyata.. smoga kita bisa belajar untuk lebih sabar dan jujur.. :)
SMANGAT!!! ^^
Di satu senja yang kelabu, aku sedang bersiap untuk pulang ke peraduan. Kumasukkan satu persatu lembar perkamen coklat penuh goresan pena, tanda bahwa hari ini banyak sekali hal yang kupelajari dari Sensei. Sore itu, perguruan Heisei sepi dan gelap, mungkin karna diluar langit sudah semakin muram, seperti ingin menangis.
Aku berjalan melewati lorong panjang, di kiri-kananku berjejer kelas2, satu dua orang berpapasan denganku, mereka tersenyum, aku pun balas tersenyum. Ketika hendak melangkahkan kaki keluar perguruan. Seorang gadis memanggil namaku "Riichaan!", sontak aku pun menoleh kebelakang. Gadis manis itu setengah berlari menghampiriku. Dia sedikit terengah namun masih bisa tersenyum. "Ada apa?", tanyaku padanya. Dia tidak berkata apa2 dan meraih tanganku, memberikan sekotak besar bingkisan yang dibalut kain bercorak indah. Aku menatapnya bingung. "Lho? ini...untukku?", tanyaku tidak yakin. Gadis itu tersnyum kembali, manis. Dia mengangguk dan berkata, "Terima kasih ya Riichan untuk ini.." jarinya menunjuk sebuah bintang biru yang mengikat rambut sebahunya rapi. "Aku suka sekali lho, kamu kok tau aku sedang menginginkan ini? hehe.. aku pasti bakal sering memakainya..", lanjutnya dengan wajah tersipu. Aku kembali tersenyum, 'ah, betapa polosnya gadis ini..' pikirku. Gadis itu merogoh sebuah bandul dari sakunya, dia berkata "Wah, ternyata sudah sore ya, tampaknya akan hujan, Riichan aku pulang duluan ya?". Aku mengangguk sambil tersenyum, "Ya.. dan sekali lagi terima kasih ya untuk ini.." Aku sedikit mengangkat bingkisan besar itu. "Apapun ini, pasti akan kujaga baik-baik", kataku sambil menatap mata gadis itu. Gadis itu kembali tersenyum, lagi, aku merasa senyumnya manis sekali. Lalu dia melambaikan tangan dan berlari ke arah teman-temannya yang sedari tadi menunggu. "Sampai jumpa besok", seru ku padanya. Aku berbalik dan berjalan menuju tempat peristirahatan kuda, menghampiri kuda merahku yang sangat setia menungguku disana. Aku kembali tersenyum lebar sambil mendekap bingkisan itu.
Diluar masih hujan, sepertinya hari ini langit sedang banyak masalah. Tangisannya deras sekali. Aku teringat bingkisan besar dari gadis itu. Kubawa bingkisan itu ke atas meja kecil di paviliun ku. satu persatu kubuka bungkus kain yang membalut bingkisan itu. Betapa terkejutnya aku mendapati empat ekor kelinci merah muda tertidur didalamnya. Nyenyak sekali. Mereka terbalut oleh selimut putih, wajah mereka sangat polos, sepolos wajah si Pemberinya. Disamping empat kelinci itu, kudapati sepucuk surat, terikat pita berwarna saga. Kubaca perlahan surat itu, aku tersentuh oleh kalimat terakhir di surat itu. 'Tetap tersenyum Riichan, semangat! :)'. Kugenggam erat surat itu, perlahan aku berkata setengah berbisik "Ya Allah, terima kasih sudah memberikanku seorang sahabat sebaik dia, aku sungguh bahagia". Aku rapikan kembali bingkisan itu, ku angkat empat kelinci itu perlahan, mereka terbangun dan tersenyum. Senyum yang sama manisnya dengan si Pemberi. Ku elus mereka perlahan, "Mulai hari ini, akan kujaga kalian baik-baik". Mereka kembali tertidur. Kuselimuti kembali mereka dengan selimut putih lembut. Aku pun ikut merebahkan diri disamping mereka, sambil memikirkan si Pemberi Bingkisan. Ya, gadis itu, yang namanya mengingatkanku pada sebuah gurun pasir besar di benua Amerika. Semoga kebahagiaan selalu bersama gadis itu. Aku menutup mataku perlahan, tak lama setelah itu aku terlelap. Dalam tidurku, aku bertemu kembali dengan gadis itu, aku tidak ingat apa yang kami lakukan dalam mimpiku, yang aku ingat hanya senyum manisnya, yang selalu membuatku merasa nyaman.
Ditemani Kipas dan deru motor,
Jakarta, Wisma Anisa
08.21 a.m
24/04/2012
P.S: Untuk seseorang dengan bintang biru di rambutnya, semoga semua impianmu menjadi kenyataan :)
Hollaa~~ it's been a long time not telling my colorful stories!! today I woke up sooo late because I searched for a muslimah mushaf that I really want to buy since long time a go .. hehe it's quite surprising when my lovely and cute brother 'Upil' woke me up and gave me a plate of Cilor Abah (My most Favourite Cilor ever!!) wooaah !! I'm so happy!! :D Believe me, you'll not find this kind of taste from other cilor (cilok telur) hohoho
Then, I remembered that today I will have a reunion with my beloved best friend KCHE krews. and as usual, we choose the meeting point in Than's house . The members who came today were iian, dciws, friiska, me, atuun, renny and of course the owner of the house, Intan. hehe
Here are the chronology of our agenda today:
